Sabtu, 01 November 2008

Gubernur Minta Mulhanan Perhatikan Sampah dan Listrik

Kamis, 09 Oktober 2008
PALU – Andi Mulhanan Tombolotutu akhirnya menduduki kursi wakil walikota (Wawali) Palu yang kosong sejak ditinggalkan Suadin Suebo yang memilih mundur dan mencalonkan diri menjadi calon bupati Donggala. Andi Mulhanan Tombolotutu Rabu (8/10) dilantik Gubernur Sulteng Banjela Paliudju dalam sidang paripurna istimewa di ruang sidang DPRD Kota Palu. Pelantikan ini berjalan lancar dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah.

Dalam amanatnya, Gubernur Paliudju mengharapkan agar Andi Mulhanan Tombolotutu sebagai wawali, selalu bekerja sama dengan walikota Palu utamanya mengenai persoalam-persoalan yang terjadi di masyarakat. Karena kata gubernur, dirinya melihat persoalan yang terjadi saat ini semakin komplek sehingga dibutuhkan penanganan yang baik dan proporsional.
“Selain itu juga dukungan dari keluarga terutama istri yang selalu mendorong keberadaan suami, terutama dalam hal pemberdayaan perempuan sehingga diharapkan lembaga PKK dapat terus diberdayakan,” kata Paliudju.
Yang perlu ditangani secara serius di ibukota Sulawesi Tengah ini kata gubernur, adalah persoalan kebersihan, keamanan dan ketertiban serta krisis kelistrikan yang dirasakan saat ini.
“Tentunya diperlukan pemikiran yang baik dan searah dengan visi misi walikota yang telah dicanangkan sebelumnya,’’ harap gubernur.
Pengamanan pelantikan wawali oleh gubernur itu dari aparat keamanan, tidak terlalu ketat. Sejumlah aparat kepolisian dan satpol PP terlihat berjaga-jaga di etiap sudut kantor DPRD Kota Palu. (hady)
Selengkapnya.....

Hari Ini Mulhanan Dilantik


Rabu, 08 Oktober 2008
PALU- Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), HB Paliudju, hari ini dijadwalkan secara resmi melantik Andi Mulhanan Tombolotutu sebagai wakil walikota (Wawali). Mulhanan yang juga mantan ketua DPRD Kota Palu, ini terpilih secara aklamasi, mengalahkan kandidat lainnya Supratman Andi Agtas secara telak pada pemilihan yang berlangsung pada tanggal 15 September 2008.


Pelantikan akan dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, serta beberapa tamu undangan. Saat ditemui Media Alkhairaat di kantor dewan kemarin, Mulhanan hanya menunjukan roman wajah tegang.
“Pelantikan wawali pada hari Rabu tepal pukul 11: 00 siang,” kata Asisten I bidang Tata Praja Pemkot Palu, Hary Wahyudi yang ditemui Media Alkhairaat kemarin.
Dari amatan media ini, sejumlah staf dan pegawai Pemkot Palu dan DPRD Kota Palu serta bebarapa anggota dewan lainnya, tampak sibuk mempersiapkan ruang pelatikan dan tempat para tamu dan undangan.
Menurut Kepala Bagian Persidangan, Syamsu Alam, bagi sejumlah wartawan dari media massa akan diberikan lokasi khusus untuk wawancara serta kebutuhan peliputan lainnya.
“Kalau tidak salah wartawan akan diberikan waktu khusus, sekitar 20 menit sebelum acara secara resmi di mulai, mungkin untuk meliput suasana dalam ruang pelantikan,” kata Alam. (joko)
Selengkapnya.....

Minggu, 20 Januari 2008

Obrolan lepas sang pemimpin kota Palu


SUATU ketika bapak walikota Palu berdiskusi dengan saya tentang program pembangunan di kota. Dan dengan suara lirih beliau menyampaikan, "Ton, tidak bisakah Untad membantu kita untuk memberi contoh bagaimana merancang pembangunan yang partisipatif. Karena mereka banyak pakar, sedangkan saya hanya tamatan SMA, dan bekas pemain bola".
Dengan spontan saya langsung menjawab, "Oh, tentu bisa k'Cudy. Cuma maksudnya bantuan seperti apa", beliau menjelaskan bahwa, di Untad itu banyak pakar dari semua disiplin ilmu. Kita serahkan saja semua kewenangan kepada Untad melalui satu Tim Kerja untuk merencanakan, melaksanakan, sekalian monitoring dan evaluasi terhadap sebuah kawasan perkotaan.

Sayapun bertanya,"Kawasan yang mana mau diserahkan pengelolaannya", beliau menjawab, "ya Kelurahan Tondo, disitu kan ada kampus, perumahan dosen, masyarakatnya dari berbagai segmen dan profesi", sayapun berpikir benar apa kata walikota. Beliaupun melanjutkan penjelasannya, disana ada petani, peternak, nelayan, pengrajin dan pedagang, bahkan masyarakat yg terdidik juga disana tempatnya.

Seperti biasa dalam obrolan dengan beliau, saya langsung dapat menangkap apa keinginannya dengan pengelolaan sebuah kawasan perkotaan. Baik k'Cudy saya akan coba komunikasikan dengan kawan2 di kampus, tetapi sebelumnya bisakah lebih konkrit k'Cudy beri gambaran. Beliaupun dengan gaya khasnya terus berceloteh, "Begini Ton, kita minta tolong bagaimana caranya menata ruang, mengelola sampah berbasis masyarakat, mengefektifkan peran RT/RW, bagaimana beternak yg baik, pembinaan UMKM, peningkatan produktifitas pertanian, diversifikasi usaha perikanan dan lain sebagainya.Disana sangat banyak doktor dan proffesornya, saya yakin sukses" kata dia dengan penuh semangat.

Saya lantas menimpali, "insya Allah, kawan2 di kampus akan berhasil menjadikan kelurahan Tondo sebagai sebuah kelurahan percontohan, atau dapat juga dijadikan semacam laboratorium otonomi, sehingga kita tinggal memberitahu saja di 42 kelurahan silahkan datang belajar di kelurahan Tondo kalau mau berhasil membangun dengan pola partisipatif"

Menarik memang obrolan kami ketika itu. Karena langsung terbayang bagaimana sibuknya kawan2 di setiap fakultas mendesain rencananya untuk diaplikasikan di tengah2 masyarakat kelurahan Tondo. Belum lagi mahasiswanya yang turun melakukan identifikasi masalah, membentuk kelompok pendamping, memfasilitasi group2 diskusi, luar biasa kalau dapat terwujud.

Ka'Cudy, kata saya, kalau niat seperti itu bisa direspon oleh kalangan kampus, maka akan banyak orang luar Palu yang datang study banding di kota Palu, dan bahkan banyak sekali skripsi dan disertasi yang lahir dari proses yang dilakukan oleh tim kerja Untad tersebut, sehingga ketika kawan2 di kampus ngoceh di seminar2 mereka tinggal bilang silahkan lihat di kelurahan Tondo, bagaimana cara mengimplementasikan dari konsep2 yang saya kemukakan, dan sudah pasti tidak ada lagi kesan bahwa kehadiran kampus di Sulawesi Tengah ini hanya sebagai sebuah menara gading, Semoga,- Selengkapnya.....

Rabu, 05 Desember 2007

Palu provides free health treatment

PALU, Central Sulawesi: The Palu administration has allocated Rp 700 million (US$77,700) from its regional funds to provide free health treatment to the poor.

The head of Anutapura Hospital, Dr Renny A. Lamadjido, said it was part of the "poor family care" program established in early 2007.

"

The program is supposed to accommodate poor people, who have not been served by the Health Insurance Program for the poor," said Renny.

According to Renny the fund is allocated to provide oxygen and various kinds of medicines to poor people.

We have to avoid a double budget in this program because it will confuse the auditor," she said.

To benefit from the program, people need statements from their sub-district offices confirming eligibility.

Palu Mayor Rusdy Mastura demanded sub-district heads be selective in certifying residents.

"I won't go easy on anyone who gives documents to well-off people," he added.

Based on the administration's records, 31.39 percent of the 288,955 Palu residents are poor.***
Selengkapnya.....

Senin, 03 Desember 2007

Izin Investasi di Kota Palu, Cukup Dilakukan di Jakarta

Kota Palu, Sulawesi Tengah, kini terus membenahi kotanya. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menarik investor. Mulai dari melakukan lobi-lobi kepada para pengusaha, sampai membuka kantor Badan Promosi Palu (BPP) di Jakarta.

Ketua DPRD Kota Palu, Mulhanan Tombolotutu, Selasa (4/12), mengatakan, dibukanya kantor BPP yang beralamat di Gedung Mustika Ratu, Pancoran, Jakarta Selatan itu, dimaksudkan untuk memudahkan urusan investasi yang akan dilakukan para investor yang hendak datang ke Palu [...]

Di kantor tersebut, kata Mulhanan, menyiapkan berbagai data potensi, peta potensi usaha, termasuk mengurusi berbagai perizinan dan mengurusi Memorandum of Understanding dengan Pemerintah Kota Palu. Bahkan, Mulhanan menjamin, urusan perizinan dilakukan melalui satu atap (SIMTAP) dengan waktu kurang dari satu minggu.

"Kami bisa menjamin, para investor akan dimudahkan dalam urusan investasi itu. Tidak proses birokrasi panjang dan berbelit-belit," tegas Mulhanan Tombolotutu.

Semua itu dilakukan, katanya, hanya melalui kantor BPP tersebut. Semua itu dimaksudkan untuk tidak memberatkan para investor yang hendak menanam modalnya di Kota Palu. Termasuk soal meminimalisir cost yang akan dikeluarkan para investor.

Sejak dibukanya kantor BPP di Jakarta pada 8 Pebruari 2007 lalu itu, sejumlah pengusaha telah menandatangani MoU investasi di Palu. Antara lain para pengusaha itu adalah Minadi Punjaya, direktur PT Ina International Co.

Pengusaha ini berencana membangun pelabuhan laut yang lebih representatif. sebagai jawaban atas pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 1500 hektar di Kecamatan Palu Utara.

Tidak hanya itu, sejumlah calon investor lain pun telah menandatangani MoU itu. Antara lain, Raymond Kim, CEO PT Konesia Utama, dan Nyoman Dharmawanti, direktur PT Diaksa Pramana Wisesa.

Ternyata, upaya itu menggelitik pihak Departemen Perindustrian. Akhirnya, pihak departemen telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 13 miliar untuk mendorong Kawasan Ekonomi Khusus itu. Harapannya, kawan ekonomi ini akan menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Yang menjadi soal sekarang, kata Mulhanan Tombolotutu, ada pada soal infrastruktur Kota Palu yang belum memadai. "Nah, karena kondisi itulah sehingga PT Ina International mau menginvestasikan sekitar US$100 juta guna membangun pelabuhan yang akan terintegrasi dengan Kawasan Industri Khusus itu.

Sedangkan untuk membangun infrastruktur telekomunikasi, pihak Telkom Divisi Regional VII telah menyediakan 54.902 satuan sambungan telepon (sst) di kota Palu. Sedangkan untuk telekomunikasi selular, semua operator GSM sudah ada di daerah ini.

“Jadi, tidak ada masalah lagi soal sarana telekomunikasi. Semuanya sudah beres,” kata Mulhanan Tombolotutu.

Mengenai listrik, Pemerintah Kota Palu telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Palu Utara sebesar 30 megawatt dan telah beroperasi sejak Maret 2007 lalu. Pembangunan PLTU itu dilakukan atas kerjasama dengan PT Pusaka Jaya Palu Power.

Camat Palu Utara, Sudaryano Lamangkona, yang ditemui terpisah menyatakan, soal kesiapan sosial masyarakat dengan kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus itu tidak ada masalah lagi. "Masyarakat sangat menyambut positif kehadiran KEK itu," kata Sudaryano Lamangkona.

Bahkan, menurut Sudaryano Lamangkona, masyarakat di Palu Utara sangat berharap dengan kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus itu dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat. ***
Selengkapnya.....