Minggu, 11 November 2007

Kota Palu Raih Swasti Saba Padapa


Kota Palu, Ibukota Provinsi Sulawesi Tengah meraih penghargaan Swasti Saba Padapa sebagai kota sehat dari Departemen Kesehatan. Kemenangannya ini didasarkan pada kawasan tertib lalu lintas, pelayanan transportasi sehat dan pariwisata sehat. Forum Kota Sehat juga terbentuk hingga tingkat kelurahan.

Kamis, 08 November 2007

Bekerja Dengan Nurani


Masa Depan Ditentukan Hari Ini

PADA kesempatan ini saya ingin memperkenalkan apa yang saya sebut sebagai Manajemen Spiritual. Sesuatu yang dalam bahasa saya ketika menggambarkan sosok Walikota Palu dengan istitah "bekerja dengan nurani". Sebuah nilai dasar berangkat dari sikap "ikhsan". 

OPINI : Bangun Investasi dengan Konsep Tumbuh Bersama


H. A. Mulhanan Tombolotutu, SH


SEMANGAT otonomi daerah telah membawa implikasi bagi berbagai daerah, termasuk Kota PaIu. Dengan adanya otonomi, segenap kemajuan kawasan menjadi tanggungjawab penuh daerah untuk melakukan pengembangannya sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah masing masing.

Selasa, 09 Oktober 2007

Palu city to implement poverty awareness program in urban areas


PALU city is set to implement a poverty awareness program in a bid to alleviate deprivation in urban areas and speed up the city's overall development.

Palu city Legislative Council speaker, Andi Mulhanan Tombolotutu, said a program targeting those in need of welfare assistance would be prioritized, but there were limited funds from the General Allocations Fund (DAU).


"Funds from the DAU are very scant, so we will first focus more on the poverty awareness program," Mulhanan said.

Minggu, 30 September 2007

Program SKPD Dipangkas

SEJUMLAH program dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tertuang dalam kebijakan umum anggaran (KUA) 2008, harus dipangkas. Terjadinya pengurangan belanja langsung dari seluruh SKPD itu, membuat sebagian besar program yang telah disepakati oleh Pemkot dan DPRD yang kemudian tertuang tidak bisa direalisasikan pada tahun depan.


Adapun SKPD yang mengalami pengurangan belanja langsung adalah Dinas Kesehatan. Semula anggaran kesehatan sesuai pagu indikatif yang disepakati oleh dewan dan Pemkot adalah Rp35 miliar namun saat pembahasan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS), Senin (24/9), terungkap anggaran kesehatan dari Dinas Kesehatan telah diturunkan menjadi Rp24 miliar. Sedangkan anggaran kesehatan di rumah sakit Anutapura dari Rp9 miliar turun ke Rp5 miliar. Sedangkan anggaran pendidikan dari Rp71 miliar turun ke Rp36 miliar.

Yang paling sial adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata semula belanja langsung yang disepakati dalam KUA adalah Rp50 miliar namun dalam PPAS anggaran tersebut turun menjadi Rp1 miliar.

Sedangkan Dinas Perhubungan belanja langsungnya dari Rp12 miliar turun ke angka Rp1 miliar. Dinas Tata Ruang Kota dari Rp12 miliar turun ke Rp3 miliar.

Ketua DPRD Palu Andi Mulhanan Tombolotutu SH dalam rapat pembahasan PPAS, mengatakan semula anggaran kesehatan sesuai pagu indikatifnya adalah Rp35 miliar, namun akhirnya terpangkas menjadi Rp24 miliar. Badan rumah sakit dari Rp9 miliar menjadi Rp5 miliar.

"Kita harus mengkaji dengan cermat, karena kita harus kembali pada tahun 2007 maka ini menjadi persoalan, karena saya lihat tata ruang saya lihat belanja langsung Rp12 miliar menjadi Rp3 miliar, Dinas Perhubungan dari Rp12 miliar menjadi Rp1 miliar.

Ketua DPRD Andi Mulhanan Tombolotutu SH, mengatakan penurunan belanja langsung ini sangat signifikan, makanya harus dikembalikan ke SKPD masing-masing untuk memangkasnya.
"Kalau kita bahas disini ini agak repot karena kita tidak tahu program yang mana yang dimasukkan yang mana tidak," ujar Mulhanan. (dikutip dari radar sulteng.com)

Kamis, 27 September 2007

Benarkan Temua PKS, CNE Tak Salah

KETUA DPRD Kota Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu, membenarkan adanya temuan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), tentang adanya mark up terhadap salah satu aset PT Citra Nuansa Elok berupa tanah seluas 12,5 hektar di Kelurahan Layana Indah.